Prodia Gelar Seminar Dokter di Pekanbaru, Update Diagnostic and Management of Tuberculosis
Editor: Adm | Wartawan: Adm
PEKANBARU (klikbuser.com) ââ¬â Mewujudkan visi sebagai centre of excellence, PT Prodia Widyahusada Tbk bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelenggarakan seminar dokter pada 50 kota di Indonesia. Seminar nasional ini bertujuan sebagai sarana pembaruan informasi dalam industri kesehatan dan merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan 50 tahun Prodia.
Mengusung tema ââ¬ÅPersonal and Precise to Embrace Future Health Careââ¬Â, Prodia berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, serta pelaku industri kesehatan dengan selalu menjadi mitra yang dapat diandalkan untuk mencapai tujuan kesehatan setiap individu. Di tahun 2023 ini, Prodia juga berharap untuk dapat terus mengiringi para mitra dan dokter untuk dapat melangkah lebih jauh dalam meningkatkan dan mengembangkan mutu layanan kesehatan dan pengobatan.
Bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Riau, Kota Pekanbaru menjadi kota ke 20 diadakannya seminar nasional Prodia tahun ini. Berlokasi di Bertuah Hall Hotel Pangeran Pekanbaru,
kegiatan ini berlangsung tanggal 17 Juni 2023 secara offline bersama peserta dokter yang dihadiri 139 peserta diantaranya Dokter Umum, Dokter Internis, dan Dokter Patologi Klinik.
Dengan tema ââ¬ÅUpdate Diagnostic and Management of Tuberculosis Before Certain Therapyââ¬Â, webinar ini memberikan informasi terkini mengenai risiko infeksi TB laten pada pasien dan penyakit terkait, serta memperdalam faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan IGRA (Interferon Gamma Release Assay) yang perlu diperhatikan baik sebelum, saat, dan setelah pengerjaan.
Sebagai narasumber dr. Indra Yovi, Sp.P (K) akan membahas mengenai Update Diagnostic and Management of Tuberculosis Before Certain Therapy dan Bernard AD Tarigan, S,Si, Regional Product
Excecutive dari Prodia akan memaparkan mengenai Role of Interferon Gamma Release Assays (IGRAs) in TB Disease.
Penyakit tuberkulosis (TB) terbagi menjadi dua yaitu TB laten dan TB aktif. TB laten yaitu kondisi seseorang yang terinfeksi bakteri TB, namun sistem kekebalan tubuh orang tersebut tergolong baiksehingga dapat secara otomatis menurunkan tingkat penyebaran bakteri. Orang yang terkena dengan jenis ini tidak akan memiliki gejala apapun dan bersifat tidak menular. Tetapi infeksi bakteri TB dalam tubuhnya masih ada dan bisa aktif kembali. Sedangkan, kondisi seseorang dengan TB aktif, bakteri TB dalam tubuh orang tersebut telah berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh.
Selain telah menyebar ke seluruh tubuh, orang dengan TB aktif juga memiliki risiko untuk menularkan kepada orang lain. Biasanya orang dengan TB aktif ini bermula dari TB laten yang tidak tertangani lebih awal, sehingga aktif kembali dan menjadi lebih parah.
Karena itu, sebelum memulai terapi, tes standar harus digunakan untuk diagnosis dari infeksi tuberkulosis. Salah satu tes yang dapat dilakukan adalah IGRA. Tes IGRA tidak terpengaruh vaksinasi BCG yang sebelumnya dilakukan dan berguna untuk mendeteksi infeksi TB laten. Selain itu, IGRA juga dapat digunakan untuk diagnosis infeksi tuberkulosis laten sebagai alternatif untuk TST karena spesifisitas dan sensitivitasnya yang lebih baik.
Melalui seminar ini, diharapkan dokter yang hadir mendapatkan informasi terbaru tentang pemanfaatan Pemeriksaan IGRA untuk diagnosis Latent tuberculosis infection (LTBI) sebelum manajemen terapi berbagai penyakit serta membantu dokter agar dapat memanfaatkan jasa laboratorium sehingga dapat secepatnya menentukan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Seminar ini berjalan dengan sukses dan interaktif, serta menjadi media diskusi dan berbagi pengalaman bagi para dokter. Selain seminar hari ini, Prodia juga akan memfasilitasi seminar di kota-kota lain dengan topik tematik kesehatan lainnya untuk membuka ruang pengembangan bagi para dokter.
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.
Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional ââ¬â selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.
Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham ââ¬ÅPRDAââ¬Â. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun.
Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 276 outlet, termasuk di 75 kota dan kabupaten di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Childrenââ¬â¢s Health Centre, Prodia Womenââ¬â¢s Health Centre dan Prodia Senior Health Centre.
Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatââ¬â¢s Up 08551500830,Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Website Prodia: www.prodia.co.id. (rls/alz)