Tak Diperbaiki, Jembatan Sei Cenaku Makan Korban, Seorang IRT Terjun ke Sungai Sedalam 10 Meter,
Editor: alan | Wartawan: alan
INHU (pekanbarupos.co) -- Jembatan Sei Cenaku yang berada di desa Batupapan menuju desa Alim Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau akhirnya memakan korban. Korbannya seorang emak emak alias Ibu Rumah Tangga (IRT), Saldiah warga desa Sipang.
Kendati tidak sampai meregang nyawa, namun korban mengalami luka luka di tubuhnya. Ia jatuh dari jembatan sedalam +-10 meter masuk kedalam sungai.
Jembatan ini, menurut masyarakat, kondisinya sungguh memprihatinkan. Kondisi ini pun sudah berlangsung lama dan belum ada perhatian serius dari pemda Inhu. Pasalnya, kayu papan sebagai lantai jembatan sudah rusak parah.
Kejadian memilukan itu terjadi pada Jumat 23 Agustus 2024 sekira pukul 09.00 WIB. Menurut suami korban, Ambia didampingi anaknya, Rita, korban saat itu bertolak dari desa Sipang menuju ke desa Batupapan untuk menghadiri hajatan keluarga. Namun sesampainya di jembatan Sei Cenaku, nasib naas menimpa korban, ia terjun kedasar sungai.
Saat itu, kata Ambia, istrinya berada di atas jembatan, lantaran posisi honda tidak memungkinkan untuk berboncengan maka istrinya turun dari kendaraan. Pada saat berjalan meniti papan lantai jembatan yang rusak, nasip naas, istrinya jatuh dari jembatan yang bolong lantainya. "Untung istri saya itu jatuh tidak di bebatuan atau kayu yang berada di sungai," ungkap Ambia.
Kepala desa (Kades) Sipang, Yusri dikonfirmasi juga membenarkan kejadian naas yang menimpa warganya itu. Korban, sebut Yusri, sempat dilarikan ke unit kesehatan terdekat untuk menjalani perawatan medis. Kendati saat ini korban sudah dibawa pulang, namun kondisinya belum pulih dan masih terbaring di kamar tidur.
"Kebetulan rumah korban ini disebelah rumah saya. Sampai sekarang belum bisa duduk, mungkin karena ada benturan saat terjun ke sungai kemarin," jelas Yusri.
Atas kejadian ini, Yusri berharap adanya perhatian dan tanggapan serius dari Pemda Inhu, dalam hal ini Dinas PUPR. Hal itu, agar musibah jatuhnya warga ke dasar sungai akibat kerusakan jembatan Sei cenaku tidak dialami warga lainnya.
Jembatan yang ia maksud, kata Yusri, memang butuh perbaikan karena material kayu sudah lapuk dan tak layak untuk dilewati lagi. Dijelaskan olehnya, panjang jembatan+- 25 meter dan berkedalaman ke dasar sungai +-10 meter, material masih berupa kayu sebagai lantai jembatan.
Yusri menambahkan, dari desa Sipang menuju desa Alim hingga desa Batupapan terdapat dua jembatan. Keduanya saat ini butuh perbaikan, dan hal itu harus segera dilakukan. "Kami mohon Pemda Inhu segera melakukan perbaikan di Jembatan utama kami ini," pinta Kades Sipang.
Kejadian naas yang dialami warga Sipang itu juga ditanggapi salah satu tomas di Batang Cenaku, Pangsu dt. Supri dari ormas, Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB). Menyaksikan hal itu, pihaknya merasa prihatin dan menyayangkan dengan Pemda Inhu yang terkesan membiarkan kondisi jembatan yang sudah rusak cukup lama.
Mestinya, kata Supri, Pemda Inhu harus cepat merespon keluhan warga terkait kondisi jembatan Sei Cenaku. Kondisi jembatan ini, sambung dia, sudah sering viral di media sosial, baik itu di Facebook,Tiktok. Bahkan ia juga sempat membaca di media massa (Koran dan media online) yang memberitakan kondisi jembatan ini, akan tetapi hingga detik ini belum ada perbaikan, dan akhirnya berujung jatuh korban seorang ibu ibu terjun ke dasar sungai karena jembatan rusak parah.
"Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu agar dapat di anggarkan melalui APBD perubahan di tahun ini," pintanya.(har)