Warga Bagan Batu Digemparkan oleh Pria Gantung Diri
Editor: alan | Wartawan: alan
Sebelum Bunuh Diri, Minta Semua Harta dan Lapak Parkir Dijual
BAGANBATU (klikbuser.com) — Warga Jln Kurnia Kelurahan Bagan Batu Kota Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir digemparkan adanya seorang pria bernama Monang Nainggolan (61) ditemukan gantung diri di Kamar tidur. Sabtu (24/8) malam.
Informasi yang diperoleh awak media Posmetro Rohil/ Pekanbarupos.co dari Polsek Bagan Sinembah menerangkan, Korban ditemukan pertama kali oleh istrinya bernama Lasmauli br Batu Bara (59) yang sehari hari bekerja sebagai juru Parkir ( Jukir) di depan Indomaret Bagan Batu kota.
Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Imron Teheri S.Sos MH dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu Yudistira didampingi Panit Reskrim Iptu Reymon Basir SH membenarkan kejadian tersebut. “Benar, sesuai hasil visum dokter Puskesmas Bagan Batu korban murni bunuh diri,†terang Iptu Reymon Basir SH
Diterangkan Iptu Reymon, penemuan mayat gantung diri tersebut berawal saat itu, Sabtu (24/8) sekitar pukul 19.45 wib Istri Korban bernama Lasmauli Br Batu Bara sampai dirumah usai kerja parkir di depan Indomaret. Ketika itu Istri korban melihat rumahnya mati lampu dan rumahnya tertutup namun tidak terkunci. Lalu selanjutnya istri korban membuka pintu rumah dan menghidupkan lampu.
Alangkah terkejut dan histeris saat lampu hidup Istri korban melihat kearah kamar tidur suaminya tergantung dengan leher terikat menggunakan dua kain sarung. Melihat hal itu Ia langsung berteriak histeris hingga mengundang keramaian warga datang untuk menyaksikan kejadian tersebut.
Dan kemudian sekira pukul 20.00 WIB salah satu warga datang kekantor Polsek Bagan Sinembah untuk memberitahukan kejadian tersebut, selanjutnya piket Reskrim bergegas berangkat menuju tempat kejadian dan saat itu keadaan korban masih dalam keadaan tergantung.
Selanjutnya piket Reskrim melakukan pemeriksaan TKP dan interogasi awal kepada istri korban Lasmauli Br Batu bara dan beberapa warga dan kemudian mencatat hasil interogasi tersebut, kemudian piket Reskrim melaporkan kejadian tersebut kepada Kanit Reskrim dan selanjutnya piket Reskrim diperintahkan untuk membawa mayat ke Puskesmas Bagan Batu.
Hasil keterangan dokter Puskesmas Bagan Batu menjelaskan bahwa ditemukan adanya bekas simpulan kain sarung dibawah dagu sebelah kanan pada mayat. Ditemukan adanya luka lecet pada leher bagian belakang akibat dari tarikan kain sarung. Ditemukan adanya keluar darah dari anus dengan warna Merah segar. Tampak kaku dan jari sianosis dan sebab kematian mayat diduga akibat bunuh diri.
Dan kemudian hasil analisa menerangkan bahwa, pertama, 2 (dua) bulan sebelum bunuh bunuh diri korban baru saja pulang merantau dari kota jambi yang bekerja sebagai buruh bongkar muat dalam keadaan kaki bengkak akibat tertimpa barang, korban pulang kerumahnya dan sejak mengalami sakit tersebut korban sering memperlihatkan prilaku yang berbeda (sering ketakutan).
Analisis kedua,14 (empat) hari sebelum korban bunuh diri Lasmauli yang merupakan istri korban baru saja membayar hutang sebanyak Rp. 2.000.000; (dua juta rupiah) kepada seorang rentenir, hutang tersebut adalah hutang korban yang dipinjam tanpa sepengetahuan istrinya.
Analis ke tiga, 1 (satu) hari sebelum bunuh diri tepatnya pada hari Jumat tanggal 23 Agustus 2024 sekira pukul 22.00 WIB saat hendak tidur korban mengatakan kepada istrinya agar menjual rumah, sepeda motor dan lapak parkir yang digunakan sebagai mata pencarian sehari-hari agar seluruhnya dijual dan seluruh uangnya diberikan kepada istri,
Dikarenakan korban hendak pergi jauh dan saat itu korban dan istrinya sempat bertengkar (adu mulut) namun akhirnya diselesaikan dengan damai dan akhirnya tidur.
Dan analisa ke empat, Sesuai keterangan Lasmauli dan beberapa warga setempat yang rumahnya sangat berdekatan atau berada dalam satu dinding menerangkan bahwa korban dan istrinya tinggal berdua dirumah tersebut.
Yang mana istrinya merupakan istri kedua, dan belum dikaruniai anak dari hasil pernikahannya, namun diantara keduanya masing-masing mempunyai anak bawaan.
Namun saat pihak kepolisian meminta nomor Handphone masing-masing anak guna memberitahukan kejadian tersebut istri dari pada korban (LASMAULI) menerangkan bahwa hubungan terhadap anak sudah lama terputus (tidak harmonis) sehingga tidak pernah menyimpan nomor Handphone dan saling berkomunikasi.
“Dan saat ini mayat korban sudah kami serahkan kepada keluarga korban guna proses pemakaman,†jelasnya.(met)