Tidak Lepas Dari Campur Tangan Tuhan. Edy Natar Nasution dapat Ridho Jadi Cawako Pekanbaru
Editor: alan | Wartawan: alan
PEKANBARU (klikbuser.com) -- Seiring pasangan Calon Walikota Pekanbaru yang sebelumnya muncul hanya empat pasang pada Pemilihan Walikota Pekanbaru Priode 2024-2029, kini hadir pasangan baru yang tidak diduga. Yaitu Edy Natar Nasution berpasangan dengan Destrayani Bibra yang didukung oleh partai Nasdem dan PPP.
Munculnya, pasangan Edy Natar Nasution-Destrayani Bibra ini juga cukup mengejutkan dan membuat heboh berbagai masyarakat di Kota Pekanbaru. Terutama masyarakat yang sebelumnya mengenal Edy Natar sosok pemimpin agamis melalui program-program Gerakan Solat Subuh Subuh Berjemaah (GSSB) yang terus ia besarkan saat menjabat Wakili Gubernur hingga jadi Gubernur Riau.
Awalnya, Edy Natar memang berniat untuk melanjutkan kepemimpinan menjadi Gubernur Riau untuk bisa terus mewujudkan program-program kemajuan masyarakat dan daerah. Hanya saja, ia tidak mendapat kesempatan karena tidak mendapat partai sebagai perahu untuk maju pada Pilgubri 2024.
Tidak adanya kesempatan itu, juga memberikan dampak kekecewaan pada masyarakat, terutama masyarakat yang sangat mendukung dan bangga dengan program-program keagamaan dan program kepentingan masyarakat yang sebelumnya di gagas Edy Natar.
Rasa kekecewaan itu, kembali muncul ide dan dorongan dari masyarakat agar Edy Natar maju pada Calon Walikota Pekanbaru. Terutama dari masyarakat Kota Pekanbaru yang sebelumnya tegabung dan merasakan besarnya manfaat program gerakan GSSB yang di gesa Edy Natar meraikan masjid. Tambah lagi mereka selalu menginginkan dan mendambakan sosok pemimpin yang agamis.
Berdasarkan dorongan masyarakat itu, kembali melahirkan semangat Mantan Danrem 031 Wira Bima itu untuk melakukan komunikasi dengan partai. Dimana hasilnya alhamdulillah Edy Natar mendapat restu dan didukung oleh dua partai. Yaitu, Partai Nasdem, partai yang sebelumnya mendukung pada Pilgubri lalu berkoalisi dengan PPP.
Sesuai informasi yang disampaikan Edy Natar Nasution. Selasa (27/8) malam, untuk B1KWK akan diserahkan besok Rabu 28 Agustus 2024 (Hari ini. Red) di DPD Partai Nasdem Kota Pekanbaru.
“Insyaallah besok pagi, Rabu 28 Agustus 2024, B1KWK dari partai Nasdem dan PPP akan diserahkan di kantor DPD Partai Nasdem Kota Pekanbaru,†katanya.
Setelah menerima B1KWK ia bersama Destrayani Bibra besoknya lagi, Kamis 29 Agustus 2024 akan lansung mendaftarkan diri di kantor KPU kota PKU.
“Beberapa hari setelah itu kita akan melaksanakan berbagai kegiatan terkait. Diantaranya deklarasi yang akan kita laksanakan di RM Pondok melayu bersama para ketua dan segenap pengurus serta para kader partai pengusung, partai pendukung dan seluruh Tim relawan sahabat Edy Natar yang berada di seluruh kecamatan se-kota Pekanbaru,†jelasnya.
“Semua ini saya upayakan sesuai harapan masyarakat dan demi terwujudnya masyarakat Pekanbaru yang agamis unggul dan bermartabat,†tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Edy Natar Nasution memang dikenal sosok pemimpin yang agamis. Hal itu terbukti saat ia menjabat Wakil Gubernur dan Gubernur Riau lalu yang terus menggesa program GSSB Riau di setiap kabupaten kota.
Program GSSB Riau tersebut sebelumnya pernah vakum dan terhenti karena musibah Covid-19. Namun karena kegigihannya program GSSB Riau itu terus kembali berjalan sampai kepengurusannya juga terbentuk di beberapa kabupaten kota di Riau, termasuk Kota Pekanbaru yang hingga kini terus berjalan.
Untuk melanjutkan kepemimpinan, Edy Natar selalu menyerahkan diri dan meminta Ridho dari Allah SWT melalui sholat tahajud yang jarang tinggal ia laksanakan sepertiga malam.
Bahkan ia, pernah dan selalu menyampaikan jika apapun yang terjadi pada dirinya maupun kita manusia ia selalu memgatakan semua tidak lepas dari campur tangan Tuhan.
Bahkan ia juga selalu berdoa jika untuk jadi pemimpin ini, jika Allah meridhoi maka berikanlah. Tapi jika kepemimpinan ini akan menimbulkan kemudaratan maka janganlah diberikan ia jabatan.
Ternyata semua itu juga terbukti, jika menjadi calon Gubernur Ia tidak mendapat Ridho mungkin saja Allah menunjukkan doanya yang bisa menimbulkan mudarat.
Namun, Allah SWT memberikan Ridho nya menjadi calon Walikota yang mudah-mudahan di Ridhoi demi terwujudnya masyarakat dan Koota Pekanbaru lebih baik kedepannya. (dre)