Uang Jalan Disunat Sepihak, Driver Truk Batubara Mogok Kerja
Editor: alan | Wartawan: alan
INHU (klikbuser.com) -- Uang jalan 'disunat' ratusan driver Batubara atas nama PT Global memilih mogok kerja.
Supir truk angkutan Batubara atas nama PT Global memilih mogok kerja dengan cara memarkirkan seluruh truk Fuso Mitsubishi dan truk Fuso Hino yang mereka bawa di salah satu rumah makan kawasan jalan lintas timur Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Minggu (29/9).
Para driver Batubara ini kompak 'gantung kunci' sementara sebagai bentuk protes mereka ke Manajemen untuk mengembalikan uang jalan disepakati semula sebesar Rp. 2.079.000 per trip.
"Tanpa kesepakatan, tanpa pemberitahuan awal, tiba-tiba uang jalan kami dikurangi sebesar Rp. 179.000,- per trip," sesal para Driver enggan ditulis nama.
Para driver mensinyalir uang jalan 'disunat' sepihak sejak enam bulan terakhir adalah akal-akalan oknum Manajemen lokal di Pekanbaru yang mengakibatkan setiap Driver merugi sekitar Rp 2,7 juta per bulan untuk 15 trip.
Kata mereka lagi, jumlah armada Batubara atas nama PT Global yang operasional di Inhu mencapai 625 unit. "Coba dikalikan jika 500 Armada yang operasional setiap harinya dan dikalikan Rp.179.000 per Trip, berarti total uang jalan disunat sepihak mencapai 89 juta per Trip," sesal mereka.
Disisi lain, uang jalan kepada driver Vendor tapi bekerja untuk atas nama PT Global, diterima sebesar Rp. 2,3 juta per trip ditambah Bonus per bulan Rp.1 juta untuk setiap 10 trip per bulan. "Masa iya uang jalan Driver Vendor lebih besar dan kami malah dikurangi diam-diam," para Driver curiga.
Manager angkutan PT Global, Andre, mengatakan jumlah uang jalan kepada para Driver atas nama PT Global tidak pernah disepakati dan besaran uang jalan diterima para Driver berdasarkan hitung-hitungan perusahaan. "Kami tidak ada kesepakatan uang jalan, jika mereka tidak sanggup, silahkan gantung kunci," tegasnya.(kbd)