Peringati HSN, Polsek Batang Cenaku Sosialisasikan Bahaya Bullying dan Narkoba di Ponpes Tebu Ireng 4 Al-Ishlah
Editor: redaksi | Wartawan: Hartato
INHU (klikbuser.com) – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Polsek Batang Cenaku Polres Indragiri Hulu (Inhu), memberikan sosialisasi tentang pencegahan perundungan (bullying), bahaya narkoba, serta pembentukan mental dan kepribadian kepada para santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng 4 Al-Ishlah, Desa Kuala Gading, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut diikuti sekitar 200 santri dan santriwati. Kapolsek Batang Cenaku, Ipda C.T. Harianja, S.H., hadir sekaligus menyampaikan sosialisasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan serta penyalahgunaan narkoba.
Turut hadir Pembina Yayasan Tebuireng 4 Al-Ishlah, H. Wahyu Diantoro; Kepala Sekolah SMA Tebuireng 4 Al-Ishlah, Ustaz Muhammad Tajudin; para pengasuh pondok pesantren, serta Bhabinkamtibmas Desa Kuala Gading, Aipda E.H. Simanjuntak, S.H.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Batang Cenaku menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda melalui sikap saling menghormati, menjaga pergaulan, serta menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kapolres Inhu melalui Kapolsek Batang Cenaku, Ipda C.T. Harianja, S.H., menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai moral, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama, sekaligus meningkatkan kesadaran para santri terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.
“Para santri merupakan generasi penerus bangsa yang harus dibekali ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, serta mental dan kepribadian yang kuat. Karena itu, jauhi narkoba, jangan melakukan perundungan, dan bangun hubungan pertemanan yang dilandasi rasa saling menghormati,” demikian pesan Kapolres Inhu melalui Kapolsek Batang Cenaku.
Ia juga mengajak para santri dan santriwati agar berani menolak tindakan perundungan, tidak mudah terpengaruh ajakan negatif, serta menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan lingkungan pondok pesantren.
Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan pesantren, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga serta lingkungan masyarakat.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat kesadaran para santri untuk menjadi generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, serta mampu menjauhi narkoba dan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.(kbh)
