Proses Laporan Pelecehan Seksual, Penyidik Polda Riau Kembali BAP Korban
-

Proses Laporan Pelecehan Seksual, Penyidik Polda Riau Kembali BAP Korban


Sabtu, 7 Desember 2024-13:52:04   2824 Viewer
Redaktor Almalik



Proses Laporan Pelecehan Seksual, Penyidik Polda Riau Kembali BAP Korban
Uwok didampingi pengacara usai membuat laporan polisi beberapa waktu lalu.kbm

PEKANBARU (klikbuser.com) -- Penyidik Reskrimum Polda Riau, Jumat (6/12/2024) kembali menggelar BAP pelapor Kaidir Ali (Uwok) terkait dugaan kasus pelecehan seksual dan yang dilaporkan beberapa Minggu lalu. Kasus yang menimpa Kaidir Ali Kini masih bergulir di Mapolda Riau, info terbaru penyidik kembali memanggil Uwok untuk kedua kalinya terkait lanjutan perkara tersebut.


Bukan hanya di Riau, kasus LGBT yang melibatkan kepala daerah itu juga menjadi isu nasional, ketika puluhan mahasiswa membuat aksi di Mabes Polri beberapa hari lalu. Kuasa hukum korban, Sardo Mariada Manullang, ketika dihubungi Sabtu (07/12/2024) siang.


Sardo menjelaskan, bahwa kliennya, KA sudah diperiksa (BAP) yang kedua kalinya di Mapolda Riau. "Kemarin Uwok di BAP lagi, ini yang kedua kalinya, kita lihat hasilnya beberapa hari ke depan," ujar Sardo singkat. Kaidir Ali yang sebelumnya mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari P yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan pada tahun 2020 lalu. 


Sardo memastikan, pihaknya memiliki bukti kuat berupa tangkapan layar video call dan percakapan antara P dan korban yang mengindikasikan adanya tindakan tak senonoh. "Kami punya bukti lengkap, termasuk screenshot percakapan dan video call yang membuat klien kami merasa tertekan," ungkapnya. 


Selain dugaan pelecehan, Sardo menyebut korban juga mengalami intimidasi dalam sepekan terakhir oleh orang tak dikenal. KA resmi melaporkan kasus ini ke Polda Riau pada Senin (18/11/2024) melalui pengaduan masyarakat (Dumas). Sardo berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini untuk melindungi hak-hak korban.


Kaidir Ali yang sebelumnya mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari P yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan pada tahun 2020 lalu. "Kita sangat berharap pihak kepolisian meneliti laporan ini dengan sangat profesional, agar dikemudian hari tidak ada lagi korban korban selanjutnya," tutup Sardo.(kbm)


  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT